Aku baru ingat kalau masih punya beberapa foto yang belum aku upload. Hasil jepretanku tahun lalu—tepatnya akhir tahun 2011—dengan kamera pinjaman.
Aku meluangkan beberapa hari liburan Natal dan Tahun Baru di Yogyakarta, saat-saat yang paling kutunggu. Hal paling menyenangkan selama berada di Yogyakarta adalah aku bisa bertemu teman-temanku.
Suasana kota Yogyakarta memberi banyak inspirasi. Ada daya tarik tersendiri dari kota ini, yang paling kental adalah daya tarik seninya. Kota Yoygakarta kotanya para seniman, jadi mudah saja untuk mendapati hasil karya seni di sana. Dari lukisan di tembok yang disebut mural sampai karya seni yang dipajang di dalam galeri. Banyak sekali galeri di Yogya.
Selama masa liburanku, aku sempat jalan-jalan di Maliboro, jalan yang paling ramai kalau musim liburan. Benar-benar padat, bagi kendaraan bermotor maupun pejalan kaki.
Aku dan sepupuku memarkir sepeda motor di dekat Monumen Serangan Umum 1 Maret. Satu hal yang langsung menarik perhatianku adalah penjual es goreng yang mempromosikan dagangannya dengan speaker. Aku pun jadi penasaran seperti apa rupa es goreng itu. Apalagi melihat para pejalan kaki yang sepertinya sangat menikmati es goreng yang mereka beli. “Harganya 3000 rupiah saja,” kata Pak Penjual melalui speaker-nya. Aku lupa siapa nama bapak itu.
Setelah mendekat untuk membeli satu tusuk es goreng, baru aku tahu kalau es goreng itu sejenis es hawa yang dulu dijual di depan sekolahku, hanya saja lebih besar.
Setelah puas dengan es goreng, aku menikmati wedang ronde yang kubeli dari salah satu gerobak penjual. Sudah lama sekali aku ingin wedang ronde, tapi baru kesampaian saat berada di Yogyakarta. Aku senang sekali bisa mengunjungi Malioboro walau tak tahan juga dengan macetnya.
Setelah meninggalkan Malioboro, sepupuku ingin makan es krim. Jadi, kami mampir ke Roemi Resto and Ice Cream yang terletak di Jl. Suroto No. 1, Kotabaru. Kebetulan lewat dalam perjalanan pulang. Walau aku suka es krim, tapi baru pertama kali itu aku datang ke Roemi. Bahkan, aku baru tahu kalau ada Roemi di sana, padahal dulu sering lewat Kotabaru.
Aku lupa apa nama pesananku, tapi seperti inilah fotonya.
Sepupuku memesan yang ini.
Hari sudah hampir gelap ketika kami menghabiskan es krim kami. Hari Sabtu 31 Desember 2011, hujan rintik-rintik mengiringi perjalanan kami pulang. Selama enam hari berada di Yogyakarta, hanya hari itulah aku tidak basah karena kehujanan.















