The BFG – Big Friendly Giant

Saya termasuk orang yang jarang nonton di bioskop. Bisa dihitung dengan jari berapa kali saya nonton di bioskop. Saya memang lebih suka nonton film sendiri atau bersama keluarga di rumah. Walaupun memang efek suara pasti lebih dapet kalau nonton di bioskop, tapi pastinya kalau nonton sendiri lebih bebas berekspresi—selain lebih irit juga.

Hanya film-film tertentu saja yang saya bela-belain nonton di bioskop. Salah satunya yang terakhir saya tonton adalah The BFG pada hari Minggu 11 September lalu. Para penggemar Roald Dahl pasti tahu. Saya dan adik perempuan saya janjian untuk nonton film ini di bioskop sejak dapat info tanggal rilisnya, tinggal tunggu tayangnya di bioskop Semarang.

The BFG tidak sepopuler Finding Dory—berdasarkan rating IMDb—yang dirilis hampir bersamaan. Tepatnya Finding Dory dirilis 12 Juni 2016, sedangkan The BFG 1 Juli 2016—di Amerika. Anak-anak mungkin lebih suka menonton ikan yang lucu daripada raksasa setinggi rumah dan memakan anak-anak, kecuali BFG tentunya.

Saya sudah baca novelnya lama berselang, punya adik saya yang mengoleksi novel Roald Dahl. Novel yang diterbitkan pertama kali tahun 1982 ini tidak terlalu tebal, versi bahasa Indonesianya hanya 200 halaman dan ada coretan ilustrasi Quentin Blake yang khas itu seperti di novel-novel Roald Dahl lainnya.

the-bfg-cover

Kalau menonton film yang diangkat dari novel, otomatis kita akan membandingkan keduanya. Tapi saya berusaha untuk bersikap netral. Saya masih ingat cerita di novelnya, tapi tidak memaksakan bahwa film harus persis dengan novel. Walaupun ada beberapa film yang memang sangat mengecewakan jika dibandingkan dengan novelnya—belum perlu saya sebut di sini. Untuk film The BFG ini saya ingin menikmati benar-benar suasana filmnya. Memang beberapa bagian sama dengan novel, beberapa bagian tidak. Buat saya, film ini memuaskan. Terima kasih pada Walt Disney Pictures dan beberapa rumah produksi lainnya, serta Steven Spielberg sebagai sutradara.

Ini sedikit cuplikan kisah The BFG.

BFG atau Big Friendly Giant adalah sebutan untuk raksasa besar yang baik. Dia menculik Sophie dari tempat tidurnya di suatu panti asuhan karena Sophie memergokinya berkeliaran di jalanan pada malam hari. (Sayangnya apa yang sebenarnya sedang dilakukan BFG saat itu—sesuai dengan novelnya—tidak ditunjukkan di film, hanya kelihaian-kelihaian dia menyembunyikan diri dari pandangan manusia). Sophie dibawa ke tempat tinggal BFG di negeri raksasa agar tak membocorkan keberadaannya. Sophie jadi tahu bahwa ada raksasa-raksasa lain yang jauh lebih besar dari BFG dan sangat jahat. Raksasa-raksasa itu memakan anak-anak di berbagai negara dan suka sekali mengganggu BFG. Sophie ingin menghentikan raksasa-raksasa itu. Jadi, dia membujuk BFG untuk membantunya. Maka, mereka membuat rencana spektakuler yang berkaitan dengan terompet peniup mimpi dan Ratu Inggris.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s