The Lord of the Rings: The Making of Movie Trilogy

Salah satu toko buku di Semarang sedang mengadakan pesta buku murah. Jadi, di awal bulan Oktober ini saya ke sana dengan harapan mendapat satu atau dua novel yang menarik dengan harga miring. Sayangnya saya tak menemukan novel yang cukup menarik untuk dibeli. Tapi saya menemukan kamus saku yang sudah lama saya inginkan dengan harga yang sangat terjangkau. Dan adik saya menemukan buku yang buat para penggemar The Lord of the Rings (LOTR) adalah buku wajib punya, yaitu The Lord of the Rings: The Making of the Movie Trilogy oleh Brian Sibley. Buku itu ada di tumpukan buku-buku impor murah. Karena buku itu hanya satu-satunya, jadi akan sangat sayang kalau dibiarkan begitu saja untuk dibeli penggemar LOTR lain.

making_of_lord_of_the_rings

Kisah Middle Earth buat saya adalah kisah sepanjang masa. Saya tak pernah bosan menonton filmnya dan bernostalgia tentang sepak terjang tokoh-tokohnya. Menurut saya, trilogi film LOTR adalah karya novel jadi film terbaik yang pernah saya tonton. Memang ada beberapa bagian dalam novel yang hilang, tapi jalan cerita di filmnya tetap mulus dan menggambarkan suasana Middle Earth seindah novelnya.

Dalam The Making of the Movie Trilogy terdapat foto-foto selama pembuatan film, ilustrasi, dan wawancara dengan berbagai kru dan aktor yang terlibat. Melalui buku 192 halaman berwarna ini Brian Sibley membawa kita menyelami proses pembuatan film untuk menunjukkan bagaimana keajaiban Middle Earth dibuat. Tak terasa sudah sekitar 17 tahun berlalu sejak pembuatan film yang pertama dimulai.

Setelah saya membaca beberapa bagian dari The Making of the Movie Trilogy, pandangan saya tentang pembuatan film LOTR jadi semakin terbuka. Sang sutradara, Peter Jackson, dengan gigih menginginkan Middle Earth menjadi senyata mungkin. Orang-orang hebat yang ahli di bidangnya  dilibatkan dalam prosesnya. Semua detail properti dalam naskah LOTR maupun deskripsi para tokoh yang ada di novelnya dengan cermat divisualisasikan. Dari lumpur, peralatan perang, miniatur, rambut palsu, hingga kostum, efek khusus, semuanya. Tak ada detail yang terlewat atau diremehkan. Kerja keras, kreatifitas, dan teknologi digunakan untuk mewujudkan Middle Earth ciptaan J. R. R. Tolkien menjadi nyata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s